Karya: Muhammad Rijalulhaq (Staff Yayasan Arkan Cendekia)
Menyengatnya terik di siang hari
Melelehkan es yang kupegang
Menyeruput sedikit demi sedikit
Pikiranku melayang melambung ke angkasa raya
Perjalanan masih jauh
Perkiraan yang tak menentu waktu
Dimensi waktulah penentunya
Diterjang panasnya kepulan asap yang berkumpul menjadi satu
Terik matahari tersenyum begitu riang di siang hari
Besi-besi memuai
Keringat bercucuran hingga menggenang di cekungan
Menghempas ke udara seolah-olah mengikhlaskan dirinya
Ampun Gusti hamba tak kuat menahan panasnya.
#_@150100_Rjl_03_*