Kegiatan Focus Group Discussion dengan tema “Membangun Kerjasama Literasi Berkelanjutan : Sinergi Pemerintah Daerah, Sekolah, dan Masyarakat untuk Target Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Kota Bekasi Tahun 2025” ini dihadiri oleh Pustakawan Arkan Cendekia, Fitria Widowati, S.IP pada hari Rabu, 19 November 2025, di Aula Nonon Sonthanie, Lantai 1 Gedung D Pemkot Bekasi diikuti dengan 70 instansi yang terdiri dari kepala perpustakaan dan pustakawan se kota Bekasi. Selain itu dihadiri juga oleh para narasumber atau pengkaji materi ini yakni dosen-dosen dari Universitas Indonesia. Acara ini bertujuan untuk membangun kerjasama berkelanjutan untuk mengukur dan meningkatkan literasi di kota Bekasi.
Acara FGD ini diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Sekretaris Disarpusda dan Ketua Pelaksana, kemudian dilanjut pemateri oleh narasumber dari Dosen-Dosen FIB UI Dr. Taufik Asmiyanto, M.Si; Muhamad Prabu Wibowo, S.Hum., M.S., Ph.D; Zaidan Abdurrahman Qois, S.Hum., M.HlthInfo.

Zaidan Abdurrahman Qois, S.Hum., M.HlthInfo sebagai narasumber memaparkan kuesioner Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) yang menjadi bagian dari Kajian Perpustakaan Indonesia Tahun 2025. Kajian ini diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional bertujuan untuk mengukur kondisi perkembangan tingkat gemar membaca masyarakat di daerah maupun secara nasional.
Kegemaran membaca adalah kegiatan membaca/ berinteraksi dengan bahan bacaan (cetak maupun digital) yang dilakukan dengan penuh antusiasme dan rasa senang. Kegiatan ini mengarahkan seseorang melalui aktivitas membaca untuk memperoleh pengetahuan dan informasi serta pengalaman emosional yang bersifat hiburan.
Penyusunan TKM didasarkan pada teori motivasi membaca disusun berdasarkan tiga fase utama aktivitas membaca : Fase Pra-Membaca dengan bobot 15% ; Fase Saat Membaca dengan bobot 50% ; Fase Pasca-Membaca dengan bobot 35%.

Kompilasi data kajian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang menjadi bagian dari Kajian Perpustakaan Indonesia Tahun 2025. Kajian IPLM ini dirancang sebagai instrumen yang memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui indikator-indikator yang terukur dan terstandar, guna menilai seberapa besar kontribusi lembaga perpustakaan terhadap peningkatan literasi masyarakat.
Pengukuran IPLM yang dilakukan secara periodik dapat memberikan sinyal performa terhadap efektivitas intervensi literasi yang dilakukan pemerintah, baik melalui lembaga pendidikan formal maupun lembaga nonformal seperti perpustakaan. Dengan demikian, IPLM akan menjadi salah satu instrumen kebijakan dalam mengevaluasi ketercapaian sasaran pembangunan literasi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan menilai fase pra-membaca, saat membaca, pasca-membaca serta interaksi dengan perpustakaan, TKM menghadirkan gambaran menyeluruh tentang kegemaran membaca kita. Semakin tinggi skor TKM suatu daerah, semakin kuat pula fondasi literasi bangsa. Maka, mari bersama-sama menjadikan membaca sebagai gaya hidup, bukan sekedar kewajiban. Kamu bisa berkontribusi untuk kajian ini dengan mengisi form https://www.surveymonkey.com/r/TKMKotaBekasi2025
Sumber :
https://pustakawan.org/post.php?id=193

